Laman

Jumat, 03 Desember 2010

Pembatasan BBM Bersubsidi

BBM bersubsidi akan dibatasi pemakaiannya pada mobil-mobil pribadi. Bagi masyarakat yang sering menggunakan motor, tidak menemukan masalah akan ketentuan ini. Namun bagi pengendara mobil pribadi, tidak jarang yang merasa terganggu dengan ketentuan ini. Beberapa mengatakan, tidak masalah, beberapa tidak sependapat dengan ketentuan ini.
Yang mengherankan dan memancing pertanyaan ialah, alasan kenapa beberapa pengendara mobil tidak sependapat dengan ketentuan tersebut. Beberapa pengendara mobil tersebut melontarkan alasan bahwa sah-sah saja kalau BBM bersubsidi dibatasi kalau saja moda transportasinya sudah memadai, tapi sekarang moda transportasi yang ada belum memadai jadi pembatasan BBM bersubsidi pada mobil kurang tepat.
Aneh ya, kenapa yang menjadi alasan moda transportasi belum memadai? Memang untuk moda transportasi umum yang ada belum bisa melayani semua penduduk, tapi kan bisa diganti dengan naik sepeda. Dengan naik sepeda juga dapat mendukung pengurangan polusi udara.
Pada saat ada wacana tentang pembuatan monorail, MRT, atau penambahan koridor busway sering dikomentari dan tidak didukung. Padahal itu adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi yang ada dan mengatasi kemacetan.
Jadi bingung, seperti buah simalakama, upaya pengurangan kemacetan lalin dengan menambah moda transportasi, salah, terus pembatasan BBM bersubsidi untuk tujuan yang sama, juga salah. Terus mana yang benar, begini salah begitu juga salah. Tidak salah kan kalau ada anggapan mereka mau enaknya sendiri, hehehe.

came from ar's head
sorry if my writing is too rude

Senin, 29 November 2010

Demokrasi atau "Demo"krasi

Seberapa siapkah masyarakat Indonesia bisa beradaptasi dengan budaya demokrasi. Benar memang, sudah sejak tahun 2004 kita memilih presiden dan kepala daerah secara langsung. Namun apakah itu yang dinamakan sebuah demokrasi? Bagaimana dengan demo-demo yang terjadi setelah adanya sebuah pemilihan kepala daerah.
Masyarakat Indonesia cenderung masih memntingkan kelompok. Demo-demo yang banyak terjadi setelah adanya pemilu, merupakan akibat adanya sifat keras kepala dari masyarakat yang maunya menang sendiri. Demokrasi baru terjadi apabila kelompok yang kalah menerima kekalahannya dan menghargai yang menang, bukannya membuat masalah baru dengan berdemo, merusak fasilitas umum. Tidak sadarkah mereka kalau fasilitas-fasilitas tersebut dibangun dengan menggunakan uang dari mereka juga.
Banyak kasus "demo"krasi yang mewarnai dunia politik di Indonesia. Kebanyakan terjadi setelah adanya sebuah pemilihan kepala atau ketua, dari kepala daerah, kepala parpol, bahkan rektor.
Jadi, mana yang benar,  indonesia benar-benar sudah menerapkan DEMOKRASI atau "DEMO"KRASI??



came from ar's head

Minggu, 14 November 2010

Sepeda Tua

Hasil Jepretanku 2 tahun yang lalu

Foto pakai kamera handphone, lumayanlah keren walopun rada nggak jelas

Selasa, 02 November 2010

Sakumu Adalah Kantong Sampah Sementara

Pernahkah kamu pada saat jalan-jalan, kebingungan mencari tempat sampah? Sebagian orang pasti tidak pernah merasakan hal tersebut. Tempat sampah merupakan fasilitas yang sangat penting bagi sebuah kota, terutama kota-kota besar. Namun, fasilitas yang termasuk penting tersebut berkebalikan dengan kegunaannya. Kenapa? Karena hanya segelintir orang yang membuang sampah pada tempatnya. Penempatan tempat sampah memang diletakkan pada jarak tertentu, atau pada lokasi tertentu saja. Maka ada 2 opsib untuk membuang sampah pada daerah yang jarang ditemukan tempat sampah.
  • Opsi 1: buang langsung ditempat, atau di got
  • Opsi 2: simpan dulu di saku, baru buang setelah ketemu tempat sampah
Sebagian besar orang melakukan opsi pertama, kebiasaan tersebut dapat ditemui dengan mudah di jalan-jalan. Bahkan pernah ada mobil yang sedang melaju, tiba-tiba membuka jendela terus melempar sesuatu yang ternyata adalah sampah. Hal yang paling miris adalah ketika melihat orang membuang sampah sembarangan padahal di depannya ada tempat sampah (jadi pengen ngomong, matanya di dengkul apa). 

Padahal banyak orang yang marah-marah ke pemerintah kalau banjir, kalau kota kotor. Kenapa kita tidak sadar diri, daripada sibuk menyalahkan orang, mending kita jaga lingkungan kita dengan membuang sampah pada tempatnya. Mari coba untuk menahan diri membuang sampah seenaknya. Jadikan sakumu sebagai tempat sampah sementara atau pakai kantong kresek untuk menampung sampahmu minimal genggam dulu sampai menemukan tempat sampah terdekat.

Kamis, 14 Oktober 2010

Hasil Jepretanku

jetak, tanon, sragen

di tempat yang sama (adekku jadi volunteernya, haha)

tempat yang sama lagi

di masjid kampus UGM

grass round the field, jetak tanon sragen.
i love this picture

Itu smua hasil jepretanku pas pulang kampung lebaran kemaren. Baru belajar jadi photographer kamera saku. Buat yang lihat blog ku, mohon komentarnya.






RTRW apa itu?

Coba tanyakan pada beberapa orang awam yang seringkali kalian temui, seperti tukang parkir, satpam, pembantu rumah tangga sampai pedagang kaki lima. Apa yang mereka jawab? Kita akan jarang atau bahkan tidak menemui jawaban yang tepat dan sesuai dengan apa yang ingin kita dengar. Sebagian besar pasti malah akan balik bertanya, RTRW? apa ya? RT dan RW? Jawaban yang sama pun akan terlontar dari saya sendiri ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah, yang masih belum terlintas di pikiran saya kalau saya ingin masuk ke dalam dunia tata ruang. Pada masa itu saya belum pernah mendengar tentang istilah RTRW, saya jadi berpikir, saya yang kurang tahu informasi atau istilah itu yang kurang merakyat.

RTRW adalah istilah yang familiar dalam dunia perencanaan, yaitu Rencana Tata Ruang Wilayah. Dengan jawaban yang bervariasi dari masyarakat awam tentang istilah RTRW, muncul sebuah pertanyaan " seberapa dekatkah perencanaan tata ruang wilayah dengan masyarakat?". Saya menyimpulkan bahwa ternyata selama ini rencana tata ruang suatu wilayah jauh dari jangkauan masyarakat atau kurang dimengerti oleh masyarakat. Bukankah yang menjadi pelaksana tidak langsung dan penikmat hasil rencana tata ruang adalah masyarakat? Tapi kenapa masyarakat tidak benar-benar paham tentang isi dari rencana tata ruang wilayah mereka?

Penyebab masalah tersebut kemungkinan akibat kurangnya sosialisasi rencana terhadap masyarakat dan bisa juga disebabkan oleh bahasa rencana yang terlalu berbasa basi. Bukan bermaksud untuk membanding-bandingkan, apabila melihat draft perencanaan Kota London, bahasa yang dipakai mudah dimengerti, bahkan dalam sosialisasinya draft-draft rencana tersebut dapat diakses oleh seluruh warga kota, dan pemerintah kota pun sangat mengharapkan adanya umpan balik dari warga. Hal tersebut menggambarkan betapa dekatnya rencana tata ruang Kota London dengan warganya.

Namun bukan bermaksud menyalahkan pemerintah, hanya saja sosialisasi yang dilakukan seharusnya tidak sekedar kepada perangkat pemerintahan saja tapi juga warga, dan tentu saja dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam.

came from inside ar-work's head

Senin, 04 Oktober 2010

apa yang bakal ngisi ini blog

Blog ini akan memuat info-info seputar kota, fenomena alam, lingkungan, olahraga terutama racing, terus apa lagi ya?? Berita nasional dan luar negeri yang lumayan buat dibaca, o iya review dan komentar tentang buku-buku yang dah tak baca, plus foto ma hasil design yang menurutku bagus buat ditampilin, hehe
TUNGGU POSTINGAN SELANJUTNYA......